SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI DINAS KETENAGAKERJAAN KOTA BALIKPAPAN

Launching Penanganan Anak Jalanan Integratif Berbasis Masyarakat "PANJI BERBAKAT"

Wednesday - 27 Juli 2016 - Dibaca: 650 kali

Disnakersos_Bpp – Tepat di Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli 2016, dilaksanakannya Launching Program Penanganan Anak Jalanan Integratif Berbasis Masyarakat “PANJI BERBAKAT” di Rumah Singgah Nurul Ilmi, Komplek Perumahan Balikpapan Baru Blok F1 No.6, yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Kepala Dinsos Prov Kaltim, Para Kepala SKPD/Pimpinan Instansi/Lembaga yang termasuk dalam Tim Pokja PANJI BERBAKAT, Ketua TP.PKK Kota Balikpapan, Camat dan Lurah Se-Kota Balikpapan, serta yang mewakili. Pimpinan perusahaan selaku mitra kerja Disnakersos Kota Balikpapan, Pimpinan LKS Nurul Ilmi, KOPPAJA dan Sekolah Rakyat serta para undangan lainnya.

Panji Berbakat adalah upaya yang terarah, terpadu dan berkelanjutan yang dilakukan oleh Pemerintah dan masyarakat dalam bentuk program dan kegiatan pembinaan, pendampingan serta fasilitasi anak jalanan agar terpenuhi hak dan kebutuhan dasarnya serta meningkatkan kesejahteraan keluarganya sehingga dapat hidup, tumbuh dan berkembang secara optimal.

Kadisnakersos Balikpapan, Tirta Dewi, menjelaskan berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, jumlah anak jalanan di Kota Balikpapan tahun 2015 sebanyak 320 orang dan per april 2016 sebanyak 400 orang yang tersebar di 6 Kecamatan. Cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Upaya-upaya penanganan anak jalanan telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat, namun masih secara parsial, sehingga hasilnya belum optimal. Oleh karenanya perlu dilakukan sinergitas antara pemerintah kota dengan stakeholder dalam penanganan anak jalanan dengan model “Panji Berbakat”, sehingga diharapkan dapat mengurangi jumlah anak jalanan, serta menjadi salah satu solusi untuk mewujudkan Kota Balikpapan sebagai “Kota Layak Anak”, urainya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Balikpapan (Wawali), Rahmad Mas’ud, menyampaikan bahwa anak jalanan sama seperti anak-anak pada umumnya yang merupakan generasi yang seharusnya dipersiapkan untuk mengisi pembangunan dan berperan sebagai tulang punggung keberlangsungan bangsa. Bila generasi tersebut tidak bisa diandalkan karena mereka hidup sebagai anak jalanan, maka keberlangsungan kehidupan bangsa juga akan terganggu. Dengan latar belakang itulah diterapkan “Panji Berbakat”.

Kehadiran mereka dijalan untuk bekerja kemungkinan dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi orang tua yang sulit sehingga ada banyak dari mereka dengan sukarela membantu orang tuanya. Meskipun membantu orang tua merupakan pekerjaaan yang mulia, namun dalam konteks anak yang bekerja dijalan merupakan suatu kondisi yang harus mendapatkan penanganan yang serius. Karena dikhawatirkan saat anak-anak beraktivitas dijalan, yakni terkait keselamatan jiwa mereka, ekploitasi dan adanya kecenderungan anak memiliki jiwa yang keras dan kasar. Sehingga jika tidak segera ditangani akan berpengaruh pada perkembangan kejiwaan anak. Dan pada akhirnya mereka mengalami putus sekolah. Kondisi seperti inilah yang harus digali dan dilakukan penanganan secara terpadu di dalam model “Panji Berbakat”, terangnya.

Pada tanggal 23 Juli 2016 tersebut merupakan “Momentum bersama antara Pemerintah dan Masyarakat dalam menangani anak jalanan sehingga harapan dari Pemerintah Pusat agar Indonesia bebas anak jalanan pada Tahun 2017 dapat terwujud”, imbuh Wawali.

Dengan diresmikannya “PANJI BERBAKAT” oleh Wakil Wali Kota Balikpapan diharapkan seluruh stakeholder mendukung serta berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam mengimplementasikannya, untuk mendukung Indonesia bebas Anjal Tahun 2017.

Adapun serangkaian hiburan yang ditampilkan oleh anak-anak jalanan seperti rebana, tarian-tarian serta nyanyian dan baca puisi turut memeriahkan kegiatan Launching “Panji Berbakat”. Pada acara tersebut dilaksanakan pula pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak jalanan dan orang tuanya serta pembagian bantuan sosial berupa tas sekolah dan sembako. (Lts/Alf)